
Hujan pertama tahun ini
sudah datang. Bau harum yang di timbulkannya juga sudah terasa menusuk hidung
tiap orang. Segar dan menyejukkan. Aku selalu suka hujan. Melihat berjuta-juta
tetes air jatuh dan membasahi setiap tanah yang tandus, menyegarkan dedaunan
dan seolah memberi banyak kehidupan untuk bumi ini. Hatiku selalu tenang
mendengar suara rintik hujan yang sangat merdu. Bagai nyanyian surga merdu yang
mengalun bersama alam.
Hujan
pertama tahun ini aku lewati tanpa adanya kamu. Bahkan tanpa adanya kabar dari
kamu. Aku ingat bagaimana kita berdua selalu suka melihat hujan bersama.
Bagaimana kamu begitu mengagumi hujan lebih dari pada aku. Apa kamu juga sedang
manikmati hujan pertama tahun ini? sampai-sampai kau lupa untuk sekedar
memberiku kabar bahwa kau baik-baik saja di sana
Hujan
pertama tahun ini semakin deras dan dingin. Perlahan kurasakan air mulai
membasahi wajahku. Huuuuufftt... Aku rindu sekali padamu. Tapi sepertinya kau
tenang-tenang saja di sana tanpa peduli denganku yang terus menunggu kabar
darimu. Selalu seperti ini, kau dengan seenaknya mengacuhkan aku tanpa
sedikitpun ingin memberiku kabar.
Hujan
pertama tahun ini lebih lama dari apa yang aku harapkan. Dari siang sampai sore
rintik air terus saja jatuh. Semakin banyak genangan-genangan air yang di
ciptakan hujan kali ini. Senang rasanya
bisa menikmati hujan bersama kesendirianku. Karna sampai sekarang aku
tak juga mendapat kabar apaun darimu. Semua pesanku kau acuhkan begitu saja.
Aku tau kau sibuk, tapi tidak bisakah kamu sempatkan sebentar saja waktumu
untuk memberi kabar padaku? Jangan buat aku tersiksa dengan mengkhawatirkanmu.
Hujan
pertama tahun ini membuat aku sadar akan banyak hal tentang kamu. Kamu, yang
setiap hari mengacuhkanku. Kamu yang setiap hari aku rindukan tanpa aku tau apa
kau juga merasakan hal yang sama dengan apa yang aku rasakan. Kamu yang selalu
bisa aku maafkan meski berulang kali melakukan kesalahan yang sama. Kamu yang
selalu bisa menenangkanku saat aku risau tentang hubungan kita. Kamu juga
selalu bisa meyakinkanku agar aku tetap mau menunggumu.
Hujan
pertama tahun ini sudah berhenti bersamaan dengan pesan yang kau kirimkan
padaku baru saja. Jadi kau sangat sibuk hari ini? Sampai baru sekarang kau bisa
memberi kabar padaku? Ingin rasanya aku marah padamu, orang yang tega
membiarkan orang yang menunggunya hampir mati karena khawatir. Aku penasaran
sebenarnya sesibuk apa kamu sampai-sampai kamu baru memberiku kabar sekarang.
Kamu tau aku marah saat kau mulai mengacuhkanku berjam-jam tanpa adanya kabar.
Tapi kamu juga tau lebih dari siapapun kalau aku akan selalu memaafkanmu.
Hujan pertama tahun ini telah ditutup dengan pertengkaran
kita. Tapi kita sama-sama tau kalau seiring dengan bau hujan yang semakin tajam
tertinggal aku telah memaafkanmu.. Karena aku tau aku sangat menyayangimu.
Karena yang aku butuhkan hanyalah kabar bahwa kau baik-baik saja
Tidak ada komentar:
Posting Komentar