Senin, 24 Maret 2014

Hujan Pertama Tahun Ini




Hujan pertama tahun ini sudah datang. Bau harum yang di timbulkannya juga sudah terasa menusuk hidung tiap orang. Segar dan menyejukkan. Aku selalu suka hujan. Melihat berjuta-juta tetes air jatuh dan membasahi setiap tanah yang tandus, menyegarkan dedaunan dan seolah memberi banyak kehidupan untuk bumi ini. Hatiku selalu tenang mendengar suara rintik hujan yang sangat merdu. Bagai nyanyian surga merdu yang mengalun bersama alam.
          Hujan pertama tahun ini aku lewati tanpa adanya kamu. Bahkan tanpa adanya kabar dari kamu. Aku ingat bagaimana kita berdua selalu suka melihat hujan bersama. Bagaimana kamu begitu mengagumi hujan lebih dari pada aku. Apa kamu juga sedang manikmati hujan pertama tahun ini? sampai-sampai kau lupa untuk sekedar memberiku kabar bahwa kau baik-baik saja di sana
          Hujan pertama tahun ini semakin deras dan dingin. Perlahan kurasakan air mulai membasahi wajahku. Huuuuufftt... Aku rindu sekali padamu. Tapi sepertinya kau tenang-tenang saja di sana tanpa peduli denganku yang terus menunggu kabar darimu. Selalu seperti ini, kau dengan seenaknya mengacuhkan aku tanpa sedikitpun ingin memberiku kabar.
          Hujan pertama tahun ini lebih lama dari apa yang aku harapkan. Dari siang sampai sore rintik air terus saja jatuh. Semakin banyak genangan-genangan air yang di ciptakan hujan kali ini. Senang rasanya   bisa menikmati hujan bersama kesendirianku. Karna sampai sekarang aku tak juga mendapat kabar apaun darimu. Semua pesanku kau acuhkan begitu saja. Aku tau kau sibuk, tapi tidak bisakah kamu sempatkan sebentar saja waktumu untuk memberi kabar padaku? Jangan buat aku tersiksa dengan mengkhawatirkanmu.
          Hujan pertama tahun ini membuat aku sadar akan banyak hal tentang kamu. Kamu, yang setiap hari mengacuhkanku. Kamu yang setiap hari aku rindukan tanpa aku tau apa kau juga merasakan hal yang sama dengan apa yang aku rasakan. Kamu yang selalu bisa aku maafkan meski berulang kali melakukan kesalahan yang sama. Kamu yang selalu bisa menenangkanku saat aku risau tentang hubungan kita. Kamu juga selalu bisa meyakinkanku agar aku tetap mau menunggumu.
          Hujan pertama tahun ini sudah berhenti bersamaan dengan pesan yang kau kirimkan padaku baru saja. Jadi kau sangat sibuk hari ini? Sampai baru sekarang kau bisa memberi kabar padaku? Ingin rasanya aku marah padamu, orang yang tega membiarkan orang yang menunggunya hampir mati karena khawatir. Aku penasaran sebenarnya sesibuk apa kamu sampai-sampai kamu baru memberiku kabar sekarang. Kamu tau aku marah saat kau mulai mengacuhkanku berjam-jam tanpa adanya kabar. Tapi kamu juga tau lebih dari siapapun kalau aku akan selalu memaafkanmu.
          Hujan pertama tahun ini telah ditutup dengan pertengkaran kita. Tapi kita sama-sama tau kalau seiring dengan bau hujan yang semakin tajam tertinggal aku telah memaafkanmu.. Karena aku tau aku sangat menyayangimu. Karena yang aku butuhkan hanyalah kabar bahwa kau baik-baik saja

Tidak ada komentar:

Posting Komentar