Aku selalu berusaha untuk
mempertahankan hubungan ini. Aku tidak tau sampai kapan ini akan tetap seperti
ini. Aku mencoba mengerti pekerjaanmu. Aku mencoba mengerti keadaan kita. Tapi terkadang
aku merasa ini sangat berat. Aku bukan orang yang berhati batu yang akan
baik-baik saja saat kamu jauh disana. Mungkin benar sudah 5 tahun hubungan ini
berjalan, dan kita sama-sama tau kalau tidak ada jaminan untuk kita bisa
memangkas jarak membentang yang ada di depan kita. Aku ingat saat dimana kamu
berjanji akan pindah dari sana, dan pada akhirnya kamu tak bisa menepati janji
itu. Benar, ini sudah tahun ke 5 kita LDR dan aku masih tetap merasa sakit saat
kamu mengacuhkan aku.
Aku merasa aku berjalan sendiri saat ini. Berkali-kali kamu bersikap seperti ini. Berkali-kali kamu menyepelakan hal terpenting yang ada di hubungan kita yaitu komunikasi. Apa aku minta kamu sms aku 5 menit sekali? Enggak, aku gak minta itu. Apa aku minta kamu menelfonku 1 jam sekali? Aku juga gak minta itu. Aku hanya minta setidaknya luangkan waktumu untuk memberi aku kabar. Aku hanya minta luangkan sebentar saja waktumu untuk setidaknya mengirim 1 sms padaku. Aku gak minta banyak kan? Apa ini terlalu sulit? Aku tau mereka semua yang ada dihidupmu sekarang sangatlah penting, pekerjaanmu, keluargamu, dan juga teman-temanmu. Aku paham mereka penting dalam hidupmu. Dan aku tau aku akan jadi nomor kesekian di dalam priorotas hidupmu.
Oke. Anggaplah kalau aku bukan
orang penting dalam hidupmu, tapi bisakan kamu menganggap aku sebagai seseorang
yang sayang padamu dan butuh kabar dari kamu. Hanya butuh waktu kurang dari 2
menit untuk mengetik sebuah sms yang menyatakan kamu baik-baik saja. Jika aku
bukan orang yang penting dalam hidupmu, bisakan setidaknya kamu menganggap aku
sebagai orang yang membutuhkanmu. Aku butuh kamu, aku butuh tau apa yang kamu
lakukan. Aku butuh tau apa kamu baik-baik saja. Mungkin benar bahwa sebuah
penyiksaan saat kamu berada di dalam posisi di mana kamu adalah orang yang
sangat mencintai, kamu adalah orang yang sangat menyayangi dan kamu adalah orang
yang sangat membutuhkan, dan aku adalah orang itu.
Maaf kalau aku terdengar seperti merengek. Tapi ini benar-benar menyiksaku. Aku harus bagaimana sekarang? aku benar-benar butuh tau bagaimana kamu disana. Maaf kalau aku terkesan kekanakan. Ini hanya karena aku terlalu cemburu dengan mereka yang setiap hari bisa bertemu denganmu. Aku hanya cemburu dengan mereka yang bisa dengan mudah mendapat semua waktumu. Aku ingin seperti mereka yang bisa bertemu denganmu setiap hari. Tapi aku sadar bahwa jarak ini merupakan keterbatasan bagi kita. Jadi tolong setidaknya mengertilah bahwa ada seseorang yang selalu menantikan kabar darimu. Ada seseorang yang merindukanmu di sini.